[Emboh] Aku Minta Tolong

Kau mungkin menganggapku tidak bisa bercerita dengan kata-kata yang indah dan bermetafora. Yah, aku hanya seorang biasa yang kini menjadi ayah sekaligus seorang duda. Menjalani tugas sebagai seorang suami dan istri secara bersamaan membuatku lupa bagaimana caranya bertutur, seperti penulis pada bacaan favoritku,yang beberapa dari mereka menerima penghargaan. Aku tidak suka bertele-tele. Karena aku memang… Continue reading [Emboh] Aku Minta Tolong

[F] Eksekusi

Pusat kota dipenuhi manusia. Para penguni keluar berjubel dengan yang lain untuk menyaksikan sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa yang sudah menjadi hal biasa. Tapi pemerintah setempat telah mengeluarkan aturan untuk menghadiri peristiwa ini. Ya, hari ini adalah eksekusi mati. Lagi. Seseorang terpidana yang mendapatkan hukuman gantung. Sebuah momen yang sudah sering terjadi. Walaupun penduduk sudah bosan… Continue reading [F] Eksekusi

[F] Sahabatku Miranda

Aku juga ciptaan Tuhan. Sama sepertimu Miranda. Aku juga punya nilai baik dan buruk. Sama sepertimu. Kamu butuh aku ketika dingin melanda. Kuselimuti tubuhmu dengan kehangatan. Ya walaupun masih lebih hangat cinta ayah dan ibumu. Namun semuanya kulakukan dengan tulus. Tapi sayang aku tidak bisa terlalu dekat denganmu. Kamu tidak menginginkannya. Kadang aku sedih ketika… Continue reading [F] Sahabatku Miranda

[F] Hanya Doa

Ya Allah, aku lelah. Ketika cobaanMu datang aku selalu mendahulukan nafsu,emosi. Aku tahu tidak akan ada ganjaran apa-apa ketika aku mengeluh. Malah tumpukan dosa akan menumpuk, ketika aku meninggalkanMu. Jelas aku yang akan merugi. Tapi menghadapi semua cobaan yang Kau berikan ini, apakah Engkau ingin aku jauh dariMu? Tentu itu tidak mungkin. Tapi sanggupkah aku… Continue reading [F] Hanya Doa

[F]Bilik Warnet No. 12

Bunyi teriakan dan makian selalu saja terlontar dari mereka yang bermain game online di warnet tempat aku bertugas. Bau asap rokok juga harus kuhirup walaupun aku bukan perokok. Jam malam hingga pagi adalah giliranku, dan aku juga harus terbiasa dengan mereka yang mengeluarkan umpatan penghuni kebun binatang. Sementara aku juga harus menahan kantuk,sambil memeriksa laporan… Continue reading [F]Bilik Warnet No. 12

[F] Sayap : 1. Negeri Di Ujung Timur

Tubuhnya terikat kuat dengan dibalut kaos seperti pasien rumah sakit jiwa yang sewaktu-waktu bisa mengamuk. Berhari-hari asupan makanan tidak mengisi perutnya. Beruntung makan dan minum bukan hal yang harus dia lakukan setiap harinya. Lapar haus tidak akan bisa membuatnya mati. Ya memang dia tidak akan bisa lapar dan haus. Kepalanya tertunduk lesu dan membuatnya hampir… Continue reading [F] Sayap : 1. Negeri Di Ujung Timur

[fiksi] Seorang Maling ‘Keren’

Darsin duduk termenung di depan rumahnya. Dia baru saja selesai menangis, karena air mata, dan ingusnya berceceran di lantai membentuk sebuah karya seni abstrak yang tidak akan laku dijual. Kecuali ada kolektor seni khilaf yang mau membelinya. Darsin menangis bukan karena diputus pacar, dia jombloh akut dengan kriteria langka sehingga jarang wanita yang akan mau… Continue reading [fiksi] Seorang Maling ‘Keren’