[F] Mengarang Bebas

Minuman yang kupesan tak kunjung datang. Aku menunggu sambil mencorat-coret beberapa tulisan pada noteblock kesayanganku. Tidak ada yang pas. Ide bertebaran, namun merangkainya tidak bisa kubuat menjadi rangkaian tulisan utuh.  Padahal sudah kupilih tempat di pojokan ruangan cafe ini untuk mendapatkan inspirasi. Masih macet. Tanganku seakan tidak mau menuliskan apa yang otak ini suruh. Padahal tugas dari dosenku cukup mudah. Seperti mahasiswa lakukan kalau tidak tahu apa yang mereka pikirkan ketika ujian. Yah mengarang indah. Dosenku hanya menyuruh menuliskan tentang apa yang kami pikirkan sepuluh tahun kemudian. Mungkin bagimu ini mudah. Seperti berkhayal. Tapi tidak bagiku yang divonis dokter hidupku cuma bertahan lima tahun kemudian. Seperti itulah yang dikatakan dokter, 3 tahun yang lalu. Bagaimana aku bisa memikirkan apa yang aku lakukan sepuluh tahun kemudian. Mungkin dokter bukan Tuhan yang tidak bisa menentukan bagaimana nasib umur manusia. Tapi data medis dan melihat kondisi tubuhku saat ini, rasanya Dokter itu seakan-akan wakil Tuhan.

Sekarang disini aku, yang diperbolehkan keluar hanya pada jam-jam tertentu. Dengan pola makan ketat. Yah semua harus kulakukan kalau tidak ingin mati lebih cepat. Walaupun aku sudah pasrah dengan keadaan. Setidaknya sebelum aku mati aku ingin melanjutkan tugas yang diberikan dosenku tiga tahun yang lalu. Tugas terakhir sebelum aku dinyatakan cuti dulu dari kuliahku. Sebelum aku pingsan dan tersadar seminggu kemudian, dengan selang dan beberapa kabel menghias tubuhku.  Tugas yang sebetulnya mudah. Tapi setelah kutuliskan semua apa yang kupikirkan dan kuimpikan apakah semuanya akan terjadi?

Sekarang apa alasan yang kuat untuk aku bisa menuliskan apa yang harus dituliskan pada buku catatanku?

“maaf mas, sudah nunggu lama.” Suara pelayan dengan baki di tangan kanannya menyodorkan minuman dengan tangan sebelahnya.

Aku menoleh, “oh iya mbak, makasih.”

“sama-sama, mas.”

Pelayan itu pergi meninggalkanku. Kuseruput soda squash minuman favoritku. Berharap disetiap seruputannya semua ide bisa tertuang dan tanganku bisa bergerak menyelesaikan tugas mengarang bebasku. Sebebas biji selasih yang berenang-renang di minumanku.

End?

 

Advertisements

One thought on “[F] Mengarang Bebas

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s