[Emboh] Aku Minta Tolong

Kau mungkin menganggapku tidak bisa bercerita dengan kata-kata yang indah dan bermetafora. Yah, aku hanya seorang biasa yang kini menjadi ayah sekaligus seorang duda. Menjalani tugas sebagai seorang suami dan istri secara bersamaan membuatku lupa bagaimana caranya bertutur, seperti penulis pada bacaan favoritku,yang beberapa dari mereka menerima penghargaan. Aku tidak suka bertele-tele. Karena aku memang tidak bisa. Memberi efek drama pada cerita yang aku kisahkan pada  anak lelakiku, saja tidak mampu. Tidak seperti pendongeng yang menceritakan tokoh pada ceritanya pergi dari halaman rumahnya menuju kedai kopi dengan berlembar-lembar tulisan. Tidak seperti birokrat yang berbasa-basi untuk membujuk kliennya mau menerima pelayanan dari tempat dia mengais rejeki. Langsung pada intinya, itu ciri khasku. Ciri khas yang membuatku masuk ke dalam permasalahan. Sebuah permasalahan yang seharusnya membutuhkan basa-basi. Yang membuatku mentalku siap. Mengkondisikan dan menyadarkan seutuhnya kalau aku jatuh cinta lagi.

Kau boleh tertawa melihat usia kami terpaut jauh. Kau boleh tertawa untuk apa aku suka pada gadis itu, di saat aku memandangnya tanpa tatapan gairah. Tidak seperti yang diimpikan seorang gadis yang mendamba pemuda yang haus dan masih bergejolak. Tapi inilah aku, setengah menyesali sikapku yang terburu-buru. Bodohnya aku yang tak mau menunggu. Hanya terdorong sebuah hasrat, dari santapan kue berbalut madu dengan tumbukan kacang almond buatannya. Persis seperti yang disuguhkan istriku. Sebuah kudapan yang bisa dibuat oleh hampir seluruh wanita di negeri ini.

Kini kunyahanku tak sekuat dulu. Gerahamku tumpul, gigi seriku sudah kosong. Kau bisa melihat terowongan ketika kuterbahak, tanpa ada halangan gigi yang membentengi. Tapi olahannya sungguh berbeda. Rasanya kembali muda saat kusantap kue buatannya. Namun kini kami tidak bisa bertemu kembali. Sudah kuutarakan padamu, sebab kujatuh hati padanya. Aku harap kau bisa menyampaikan salamku padanya. Namun jangan kau ungkit sedikitpun masalah perasaanku padanya, ketika kau bertemu dengannya suatu hari nanti. Aku tak mau hati wanita itu terluka. Sampaikan maaf pada anakku juga, perasaan bersalah karena mencintai istrinya.

Advertisements

2 thoughts on “[Emboh] Aku Minta Tolong

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s