[F] Sahabatku Miranda

Aku juga ciptaan Tuhan. Sama sepertimu Miranda. Aku juga punya nilai baik dan buruk. Sama sepertimu. Kamu butuh aku ketika dingin melanda. Kuselimuti tubuhmu dengan kehangatan. Ya walaupun masih lebih hangat cinta ayah dan ibumu. Namun semuanya kulakukan dengan tulus. Tapi sayang aku tidak bisa terlalu dekat denganmu. Kamu tidak menginginkannya. Kadang aku sedih ketika aku harus menyadari hal itu. Ketika kamu datang saat kamu butuh, lalu pergi seakan mengusirku ketika urusanmu sudah selesai. Aku tidak bisa mengeluh, semuanya kulakukan sepenuh hati. Memang beginilah aku, sudah kodratku. Bukan salahmu karena menjauhi aku. Kubuat menangis ketika waktu kecil kamu pertama kali menyentuhku. Dan sejak saat itulah kedua orang tuamu tidak menginkan kita saling berdekatan. Tidakkah kamu tahu, aku merindukan saat-saat itu. Ketika kamu berusia balita, otakmu penuh dengan hal. Bertanya ini dan itu, sehingga pertama kali kita bisa bertemu.

Aku masih ingat ketika kita bertemu. Ketika tangan kecilmu menyentuhku. Dan sejak saat itulah aku dan kamu seakan menjauh. Mungkin kamu lupa, tapi aku akan tetap ingat detailnya. Walau masa yang akan datang kamu tidak akan mengingat bagaimana rupaku lagi. Tapi aku akan tetap ada untukmu. Masih ingatkah pertemuan kita? Ketika tempat tinggalmu menjadi gelap karena ulah PLN yang iseng. Ya, ketika itu kamu berkenalan denganku, aku yang berpijak pada sebuah lilin. Dengan wujud kecilku, aku bergemulai diterpa angin dan asap keluar dari bagian atas kepalaku. Ya saat itu kulihat kamu penasaran dengan wujudku. Kita berbeda. Namun kamu tak tahu aku ini apa, sehingga telunjukmu mengacung, menusukku dengan lembut. Geli yang kurasakan. Namun sontak kamu menjerit keras, dan orang tuamu segera menemuimu dengan tangan yang memerah. Air matamu bercucuran tak tega kala kulihat. Masih terlihat jelas, ayahmu menjauhkanku. Ibumu melihat tanganmu dan meniup-niup dengan kasih sayangnya. Sementara aku, terbang dan lenyap karena tiupan ayahmu.

Tahukah kamu wahai Miranda, kadang aku iri dengan sahabatku sang air. Dia bisa memberimu kesejukan, kesegaran dan kedamaian. Aku bisa saja membuat sang air menjadi mendidih. Tapi ketika suhunya sama denganku, bahkan bisa jauh lebih besar. Kamu tersenyum dan menuangkan dia kedalam gelas bersama sahabatku yang lain, kopi dan gula. Dan menyajikannya untuk suamimu. Hubungan kita seperti hubunganku dengan air. Kita tidak bisa menyatu. Air juga sering awas ketika tubuhnya menghantam tubuhku saat kobaranku semakin besar. Karena jika aku dan air bersatu, kami akan lenyap.Hal ini jangan sampai terjadi padamu, Miranda.

Sedih rasanya, ketika tahu aku berasal dari neraka. Ada orang-orang yang terpilih untuk menyatu denganku, dan bahkan menjadi bahan untuk membuatku semakin berkobar. Memang menyatu dengan manusia sepertimu adalah hal yang saat ini kuinginkan. Tapi orang yang kelak menyatu denganku itu tidak sama denganmu, Miranda. Mereka yang biasa disebut orang jahat di dunia. Mereka enggan untuk taat dan berbuat semaunya. Bahkan menggunakan bagian dari tubuh untuk kerusakan.

Aku tidak menyesal karena diciptakan seperti ini Miranda. Bahkan perasaan lain juga tak pernah terasa olehku. Aku juga tidak memiliki nafsu dan akal. Hanya saja kadang aku terkucilkan karena perlakuan manusia. Manusia lupa betapa bergunanya aku, namun mengumpat ketika aku muncul sehingga melenyapkan barang-barangnya. Karena aku tidak tahu, kenapa aku diciptakan seperti itu. Aku hanya menurut ketika Jibril membawa bagian kecilku dari neraka untuk kelak dimanfaatkan oleh manusia. Miranda, betapa kamu kusayangi seperti anakku sendiri. Aku lega ketika engkau berkemah dengan keluargamu aku bisa hadir menemani malammu yang dingin. Bersanding dengan riuh jangkrik dan gigitan nyamuk, namun dengan asapku aku bisa mengusir mereka yang mengganggumu. Karena aku tidak ingin mereka merusak perjumpaan kita.

Miranda, sebenarnya aku ingin selalu bisa dekat denganmu. Aku ingin bisa menjadi sejuk tidak melulu menjadi panas sehingga aku harus menyakitimu. Tapi ini sudah tugasku. Walaupun pernah aku menjadi dingin dan menyejukkan seseorang. Mungkin kamu sudah kenal dengan orang itu. Ya orang pilihan, ada yang menyebutkan sebagai utusan untuk menyampaikan risalah dari Penciptaku. Namun orang itu ditentang karena tidak sepaham dengan kaumnya di masa itu. Orang itu bernama Ibrahim. Tidak tanggung-tanggung seorang raja yang menentangnya. Ingin rasanya membakar raja itu, karena dia berusaha menyaingi Penciptaku. Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Aku digunakan untuk membakar Ibrahim yang terikat pada tumpukan kayu bakar. Aku tidak rela ketika harus membakar manusia pilihan itu. Namun kamu tahu Miranda, orang itu tidak gentar. Tak sedikitpun takut ketika dia tahu aku bisa saja menghabisi nyawanya. Dia tidak takut pada raja itu dan bahkan tidak takut padaku. Hanya Penciptaku yang dia takutkan. Ketika tubuhku menyelimuti dirinya, yang dia lakukan hanya berdoa dan berserah diri. Ajaib, aku tidak menyakitinya. Aku menjadi sejuk dia tidak menderita sedikitpun. Ingin rasanya momen itu kembali lagi. Aku bisa membuat orang sejuk ketika aku berada di sampingnya. Tidak ada jarak lagi. Namun sayang itu bukan kodratku sebagai api. aku hanya bisa mengeluarkan panas dan membakar apa yang berlalu di hadapanku.

Miranda, meskipun kamu kusayangi namun aku tidak ingin kita berjumpa kelak di tempat asaku, neraka. Sehingga aku harus membakarmu, atau bahkan kamu menjadi bahan bakarku. Aku menyayangimu dengan caraku, aku tetap tidak ingin menyakitimu. Jaga dirimu baik-baik. Ingat jangan sampai kita berjumpa lagi di tempat yang seburuk-buruknya tempat untuk kembali. Tidak apa-apa kita saling beseberangan, namun melihatmu bahagia itu sudah cukup untukku.

END

Saya lagi nyoba bikin cerita yang menghidupkan benda mati nih, hohoh. Semoga suka

Telimikiciw :3

Advertisements

46 thoughts on “[F] Sahabatku Miranda

  1. Baiklah. aku bingung mau komen dari mana dulu.

    fiksi ini tiga kali lipat lebih baik daripada fiksi mase yang pernah aku baca sebelumnya.
    mungkin karena yang pertama, fiksi mase yang dulu mengambil sudut pandang orang ketiga. dan yang ini mengambil sudut pandang orang pertama.
    secara teknis memang sudut pandang orang ketiga lebih rumit tapi kalau kita bisa dan terbiasa dengan sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini sangat mudah di eksplorasi dan membuat cerita lebih nyata di kepala reader.
    kalau sudut orang pertama, tidak bisa mengeksplorasi seluruh keadaan seperti sudut pandang orang ketiga tapi sudut pandang pertama paling bisa mengeksplorasi perasaan.
    dan… itu terbukti di fiksi kamu ini mase.
    kamu menceritakan bagaimana derita menjadi api dan sebagainya.
    aku lihat kamu di sini menggunakan kata-kata sederhana, pemilihan diksi yang ringan dan tak banyak menyolek majas.
    cari aman kah? atau…? haha tapi overall bagus banget.
    aku menilai bagus tidaknya tulisan dari kepuasan yang telah aku dapat dari membaca fiksi. Dan setelah aku membaca fiksi kamu ini aku merasa puas bacanya. good job ^^
    soal idenya… keren. andai mase berani pakai diksi yang biasa dipakai di puisi, fiksi mase akan punya feel tambahan

    alah ngomong apa sih aku ini.
    sorry aku komennya semacam ini. huhuhu IMHO loh IMHO
    bukan merasa menggurui atau semacamnya -__-
    aku sendiri kan tulisannya juga gak bagus-bagus amat,

    sekian mase. ^^

    1. waaw makasih komennya yaaa.. pengen banget bisa nulis sepanjang iniii… πŸ˜€
      aku pake sudut pandang orang pertama, rata-rata bacaanku pake sudut pandang “aku”. Jarang banget baca yang pake sudut pandang lain. Lagian ini ceritanya pengen curhat jadi pake sudut pandang pertama biar pas. Kalau masalah majas juga, aku jarang pake soalnya bingung mau ditaruh dimana. Lagi-lagi bacaanku jarang banget yang pake majas. kayaknya sering-sering baca puisi atau novel yang banyak metaforanya nih hohoh.
      makasih yaa hohho :3

      1. iya emang. kalo berbau-bau curhat emang yang paling tepat itu pake kata-kata aku. haha
        aku kebiasaan komen panjang. akhir-akhir ini aku punya pekerjaan baru suruh bikin review fiksi orang-orang.
        aku jadi semacam tukang pengamat fiksi dan fanfic atau semacamnya -__-

      2. wahahah mana liat hasil reviewmu dong,… gak apa jadi pengamat kan. biar ceritaku atau cerita orang yang kamu amati gak cuma dapat respon “bagus ceritanya”. penilaian teknis kan butuh hhoho

      1. duuh asoy nih mase idenya dari Al-Quran T_T
        aku rata2 ide dapet dari kata-kata aneh malah. apalagi writing prompt wkwk gak jelas semua isinya

      2. wkwkwk tapi kan kamu kasih penjelasan ayat kan. atau seenggaknya ada pembahasan sejarah Nabi dan Sahabat kayak di promt yang gugur bunga kalau gak salah :3

  2. ah. baru di paragraf kedua aku nyadar kalau yang dimaksud adalah api. keren nih. personifikasi kan? belum pernah bikin fiksi ginian. harus dicoba.
    makin kaya pengetahuan deh. makasih mas. hehe

  3. Oke. Aku sebenernya ngga pernah berani komentar di tulisan fiksi seperti ini karena aku belom bisa buat >.<
    Tapi kalo menurut aku kepanjangan ngga, sih? Tapi cocok sih meliahat cakupan ceritanya luas banget sampe ke Nabi dan lain lain gitu. Tapi bagus! πŸ˜€

    1. waah gimana ngajarinnya ya, aku juga masih belajar mas. aku kalau bikin fiksi, pertama dapat ide dan jalan cerita. udah gitu bikin deh. ya intinya jangan malu buat nulis cerita pertama. nanti ketagihan πŸ˜€

  4. mas siroooo tulisan kamu makin dewasa beberapa hari ini entah kenapa dan itu keren. hahaha. XD
    metaforanya suka, kirain sapaa gitu si ‘aku’.

    aku pengen banget nulis fiksi, tapi mesti bingung di endingnya, jadi ujung”nya aku authentic writing aja :p (you know).

    1. Huhuhu iyaa telimikiciw yaa gadis. Tapi ini ceritanya gak ada metafora dan berbagai majaasss aku lemaah
      Ya dicoba ajaa gadis, selesaikan jangan malu malu huhu :3

      1. tapi yang paragraf satu dan dua itu sudah bermetafora kok hoho. (just my opinion though, i’m not an expert :3)

        suka baca sastra kah?

        hahaha, ga malu, aku sok sibuk ~
        entahlah ..

      2. Hohoho iyaa aku cuma suka baca novel dan buku sastra,tapi ini majas apa itu aku yg gak tau gadiiss.

        Uh iyaa kan kamu wanita karier yaaa hohoh

      3. nan kalau suka baca buku, apalagi sastra, nanti terpengaruh sendiri kok. hahai. biasanya tulisannya dewi lestari penuh majas.

        Amiiiiiiiin πŸ˜€
        kamu masih kuliah kah mas?

      4. Hohoh iyaa aku baca buku terjemahan, majasnya aneh huhhu. Waah bukunya dee aku gk pernah baca blass
        Aku lulus D3 terus lanjutin lagi… angkatan 2010 dan menjelma jadi angkatan 2014 hoho

      5. ohh, kalau buku terjemahan itu sebenernya lebih bagus dan artinya lebih dalem di versi aslinya :3

        bagus loh mas itu. recommended ~ emang sukanya baca apa?

        aihhh πŸ˜€ semangat kuliahnyaaaaaaa.

      6. Hmm apa yaa, aku sukanya stephen king soalnya suka thriller sama horror. Terus neil gaiman baca sekali malah kepincut hihih . Tapi gak tau beli dimana. Dan pasti mahool kan
        Hoho angkatannya lebih tua kamu yaa hihih

      7. ohh. edgar allan poe, agatha cristie, sir arthur conan doyle recommended. kalau yg kamu sebutin itu mas, aku gatau semua >< cuma tau nama.

        ihh, cari pdf dong. hahahah.
        yups πŸ˜€
        setahun lagi insyaAllah skripsi. bismillah ..

      8. hohoh lebih tua kamu ternyata yaa :3…. iya Aamiin
        waah malah yang kamu sebutin itu pengarang yang senior abiss huhuhu….
        hhe gak nikmat baca pdf akuu hihihi :3

      9. tapi kan kamu udah pernah lulus mas .. aku kan belum pernah lulus kuliah, hehe.
        tapi baguuuus.
        ya print sikit” la :3

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s