[F] Hanya Doa

Ya Allah, aku lelah. Ketika cobaanMu datang aku selalu mendahulukan nafsu,emosi. Aku tahu tidak akan ada ganjaran apa-apa ketika aku mengeluh. Malah tumpukan dosa akan menumpuk, ketika aku meninggalkanMu. Jelas aku yang akan merugi. Tapi menghadapi semua cobaan yang Kau berikan ini, apakah Engkau ingin aku jauh dariMu? Tentu itu tidak mungkin. Tapi sanggupkah aku agar tetap di jalanMu? Aku takut. Musibah, kesulitan dan kesempitan hati semuanya tidak nyaman. Ingin rasanya bisa sabar. Seperti orang sholeh yang dikisahkan dahulu. Ingin aku seperti mereka. Tapi sanggupkah aku? Pantaskah aku?

cobaanMu memang tidak akan melebih batas kemampuanku. Maka ijinkanlah ketika aku menerima ujian dan cobaanMu, aku bisa menggunakan kemampuanku itu. Kemampuan yang juga Engkau berikan. PengetahuanMu luas, tentu saja Engkau tahu bagaimana diriku. Aku mudah panik, mudah emosi, mudah gelisah dan marah. Aku mohon bantuanMu untuk melalui semuanya. Jangan biarkan aku tersesat dan menyempitkan dadaku. Seakan-akan aku mendaki langit. Jangan biarkan aku terjerumus dalam kesesatan. Karena Engkau tidak akan rugi jika kehilangan aku. Dan seharusnya aku tahu, ini semua demi kebaikanku. Tapi aku manusia, kadang ingin bukti yang tampak.

Aku takut akan membuat batas kesabaranku sendiri. Aku ingin damai, tenang, dan lapang. Walau ada cobaan yang akan menimpa. Fitrahku sebagai manusia yang akan menerima kesulitan. Ya Allah kadang aku takut menerima kesenangan, karena bertubi-tubinya masalah yang datang. Aku lupa untuk bersyukur ketika aku lapang. Apalagi ketika aku susah. Sehingga aku lalai. Ingin rasanya ketika ada cobaan yang datang, aku bisa damai, tenang, dan lapang. Bisa melaluinya, menyikapinya dengan baik. Kau sayang padaku, dan tidak ada yang salah dengan perlakuanMu. Walau aku sering protes : apakah aku ini hanya bahan percobaan di lab? Sehingga aku harus menerima ini semua.Padahal semua yang Engkau beri baik untukku. Engkau sudah memperingatkan dalam firmanMu. Aku diberi ini itu, sebenarnya ya untuk ini dan itu. Tapi aku tetap saja tidak mengerti. Ingatkan aku tentang hal itu, sehingga aku bisa melalui ujianMu.

Aku hanya manusia yang ingin kemudahan.  Manusia yang ingin tahu langsung ganjaran yang telah dilakukan. Walau kadang sesuatu yang tidak tampak jauh lebih bernilai. Seperti dua raka’at shalat shubuh yang lebih baik dari dunia dan isinya. Tapi aku tak bisa melihatnya. Hidup ini memang rahasiaMu ya Allah. Aku tidak akan tahu, jika tanpa ijinMu. Yakinkan aku ketika menghadapi ujian, ini untuk kebaikanku. Ingatkan aku untuk menggunakan kemampuanku ketika menghadapi ujian yang tidak akan melebihi batasnya. Pahamkan aku ada hikmah di balik ini semua. Dan jangan Kau palingkan aku dariMu. Berikan keridhoanMu.

“Sudah berdoanya? Sudah dapat jawaban belum, sudah kesekian kalinya kamu meminta. ” Suara muncul tiba-tiba dari belakangku. Sepertinya dia menungguku.

“Aku bukan bertanya dua ditambah dua sama dengan empat. Aku yakin Allah sudah menjawabnya. Tapi mungkin belum sampai padaku dan aku juga belum paham dengan jawabannya. Kelak ketika aku sudah tahu, jawabannya akan sampai padaku.” Kujawab dengan perlahan namun mantap.

“Hm jadi begitukah rasanya punya Tuhan?” Dia kembali bertanya.

“Ya setidaknya kalau ada masalah, aku tahu mengadu kemana. Kamu sendiri, bagaimana?”

“Ya seperti kata orang-orang, aku bisa disebut atheis, atau kalau menurut ajaranmu aku orang yang belum mendapat hidayah.” Jawabnya santai.

“cobalah pelajari Agama dan Tuhanku lebih dalam kalau kau mau.” Aku berjalan melewatinya. Setelah beberapa langkah aku kembali menoleh, “oh iya, agamaku juga menyampaikan kalau hidayah bukan hanya ditunggu, tapi juga dijemput.”

“Oh… begitukah? Kalau begitu nanti aku akan mencobanya. Melihatmu berdoa seperti itu rasanya berbeda”

“hidup memang penuh masalah,disitu kadang saya merasa sedih. Tapi setelah kuadukan semua padaNya” sambil mengisyaratkan jariku keatas, “disitu kadang saya merasa bahagia” aku tersenyum. Kemudian berlalu dari hadapan orang tersebut. Mengakhiri percakapan kami.

END?

Maaf kalau random abis cerpennya yaa :D. Tapi semoga kalian suka yaa 😀

Advertisements

18 thoughts on “[F] Hanya Doa

  1. ih seru mas. 😀 tumben fiksinya kayak gini?

    ini yg greget: ‘hidup memang penuh masalah,disitu kadang saya merasa sedih’
    XD

      1. dari cerita,gadis… gitu maksudnyaaa hoho
        lupa tanda komane, jadi salah paham deeh.. kamu gak bikin cerita lagi? aku bikin lagi tuh hihih

      2. oalah 😀
        sebenernya banyak cerita nih, tapi ada KKN , ada PKM, belum lagi ada urusan volunteer, kuliah, ga bisa mikir~
        *curhat* hiks,
        aku jadi pembaca setiamu aja~

      3. biar ga galau. ><
        semester berapa ya .. lalalala :3
        yuhuuuu aku lagi baca sahabatku miranda nih. sek sek

  2. Siro, ini keren banget.
    Sangat mengena sekali, karena doa2 ini adalah doa sehari2 yang pasti selalu dipanjatkan setiap umat pada Tuhannya.
    Terkadang kita mmng tidak sabar untuk menunggu jawaban dariNya, padahal Dia hanya ingin melihat sejauh apa ketaqwaan kita dalam menghadaoi ujian.

    Kalau hanya bicara dan menasehati rasanya mmng sangatlah mudah, namun ketika menjalani itu sulit sekali, berat banget. Terlebih jika harus menjalani ujian berat namun harus tetap tersenyum dihadapan org2 terkasih. Tapi, aku sllu percaya janji Allah itu pasti, dibalik semua kesabaran penantian yang kita jalani, Dia telah menyiapkan hari indah buat kita.

    Aku sedang mengalaminya juga, cobaan yang tiada hentinya, sperti hujan besar yang begitu sangat rapat sehingga nggak ada celah untuk berteduh. Dan aku cuma bisa berpasrah dan berdoa, tetap berkhusnudzon padaNya, aku percaya ada rencana yang jauh lebih indah untukku, Dia hanya menunggu waktu yg tepat untuk diberikan padaku.

    hohoo kok jadi curhat.
    eniweyy.. jadi mau tau kelanjutan kisah si atheisnya, apakah dia benar2 mempelajari agama dan adanya Tuhan, lanjutkan yesss

    1. hoho awalnya pengen curhat aja ini, eh malah kepikiran jadiin fiksi aja deh… untuk yang masalah dengan atheis pengen sih bikin. Tapi harus riset dulu deh, biar ngerti jalan pikiran mereka.. soalnya takut mau ngarang-ngarang sifat karakter :3
      eniwei thanks masukkannya yaa.. semoga masalah yang dialami cepat dapet solusinya. 😀

  3. LANJUTANNYA MANA? *eh
    Hahahahaha 😄😄

    Baguuusss kak ceritanya, content-nya bikin yg baca bisa dapet “sesuatu” buat dipetik. Keep it up. Tapi tetep yaa cara nulisnya tanda bacanya semrawut, gregetan pengin ngedit, hihihi. 👌😉

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s