Hal yang Perlu Diketahui Kalau Mau Openmic

Sebelumnya mau ngasih tahu, openmic itu beda dengan show. Kalau menurut saya openmic itu ajang coba materi baik oleh comic professional ataupun amatir. Biasanya kalau liat openmic itu gratis. Tapi openmic yang tempatnya di café tetep disuruh beli makan atau minum sih. Jadi tujuan openmic sebenarnya saling menguntungkan. Comic dapat panggung dan cafenya dapat untung dari pengunjung. Nah kalau show, kayaknya udah tahu semua nih ya :p. kalaupun belum tahu gak mau ngasih tahu. Soalnya saya mau bahas openmic aja :P.

Nah disini saya mau bagiin tentang hal apasih  yang harus kita persiapkan pas mau openmic. Jadi bisa buat jaga-jaga semisal pas nonton openmic tiba-tiba MCnya nyuruh kita openmic dadakan ataupun memang dari rumah sudah niat openmic. Nih opini saya, monggo kalau berkenan disimak :

Penonton susah ditebak

Kalau openmic apalagi tempatnya di cafe jangan harap penonton akan fokus. Malah kadang mereka yang datang di tempat yang ada openmicnya gak tau kalau tempat itu dipakai buat acara tersebut. Jadi gak usah heran kalau misal perform penontonnya acuh seperti makan sendiri, asik ngobrol ataupun ada yang akrobat dan melewati lingkaran api. Biasanya kalau gini yang sering saya lakukan adalah riffing(melakukan pendekatan, istilahku sendiri ini) agar penonton mau fokus dan dengerin. Mungkin juga gak pake riffing tapi langsung mulai salam dengan suara yang keras sehingga penonton kaget dan seakan bilang “eh ada apa,sih? Oh…” terus balik makan lagi :D. Ya namanya perjuangan gak harus mulus hasilnya, kan? Terus coba tiap ada kesempatan dan berusaha, insya Allah dengan IzinNYa segala urusan dimudahkan. Seperti penontonnya pulang :(. Eh iya, kalau mau melakukan interaksi dengan penonton usahain jangan sampai membuat tersinggung. Kan tujuan awal mau openmic selain mencoba materi juga menghibur mereka,kan? Jadi tetap dalam batas wajar yak.

Tidak usah berekspektasi mendapat tawa besar

Mungkin sakitnya itu disana-sini kalau pas sudah susah payah bikin materi buat ditampilkan di openmic, eh tau-tau responnya ayem. Padahal penonton udah siap dengerin, eh akhirnya sibuk lagi dengan urusannya masing-masing. Tapi gak usah galau ataupun frustasi. Namanya juga nyobain materi. Harus siap kalau misalnya gak dapat tawa. Usahakan kalau pas tampil direkam biar bias jadi bahan buat evaluasi. Orang yang keren itu bukan orang yang selalu berhasil kan, tapi pernah gagal juga kok dan berusaha buat benerin. Bukan cuma comic amatir yang sering nge-bomb(istilahnya kalau materi/jokenya gak kena). Para comic yang seliweran di tv ataupun muncul di beranda Youtubue juga pernah ngalamin yang namanya ngebomb alias garing kayang gorengan kematengen kelebihan kolestrol kok. Tapi mereka mau belajar lagi, dan lagi akhirnya bisa deh kayak sekarang.

Harus siap ditaruh diurutan berapapun

Biasanya nih ya, banyak para penampil di openmic gak mau ditaruh diurutan pertama ataupun terakhir. Soalnya, kalau pas pertama penonton belum fokus atau belum siap. Apalagi di café, pas awal-awal mulai biasanya pengunjung  masih sibuk sendiri ataupun konsentrasi dengan apa yang mau dipesan. Atau pas terakhir, kondisi sudah capek ataupun terlalu malam sehingga banyak pengunjung yang sudah pulang duluan.

Seharusnya jangan dijadiin beban. Para comic harus tampil diurutan berapapun. Ini buat latihan dan membentuk mental, sih. Soalnya kalau manja ketika harus menghadapi kondisi sulit akan kaget dan akhirnya kelabakan. Penyampaian materi kacau, dan akibatnya joke yang seharunsya lucu namun dengan delivery gak dari hati tidak bisa membuat penonton tertawa. Jadi nikmatilah urutan berapapun saat pas openmic. Asal gak pas cafenya tutup

Siapkan materi dan rileks

Ini merupakan bagian terpenting. Comic gak bisa maju hanya mengandalkan ucapan “Assalamualaikum, nama saya blalalalalala” atau “yak terimakasih nama saya……” Mesti dengan materi yang harus disampaikan. Untuk urusan cara buat materi udah banyak buku, tutorial dan mungkin teman-teman dari comic senior yang siap membantu. Biasanya bantu ngarahin aja, urusan lucu atau gak, itu ada di tangan comic itu sendiri. Struktur, teknik dan sebagainya bisa dipelajari, tapi untuk masalah mental itu dari jam terbang dan pengalaman. Yang penting tampil dengan rileks, santai dan jangan takut. Sampaikan dari hati. Soalnya kesenian ini menuntut diri kita untuk jujur. Walaupun ada aktingnya, tapi tetap lakukan dengan jujur. Soalnya penonton tahu bagaimana kondisi comic yang tampil di hadapannya.

Hehe gitu aja dari saya yang sok tahu ini ya. Sebenernya itu semua sarannya ditujukan untuk diri saya sendiri,kok. Soalnya saya juga sering gak siap kalau disuruh tampil dan gugup. Keringan sering mengucur deras dan rasa deg-deg-gan gak karuan sering melanda #esih. Tapi kalau gak dilawan nanti gak bisa-bisa, dong. So, hadapi panggung dan rasakan sensasinya 😀

see you :*

Advertisements

11 thoughts on “Hal yang Perlu Diketahui Kalau Mau Openmic

  1. Iya sih. jangan harap dapat tawa besar saat open mic. Kadang yang meramaikan open mic itu cuma komunitas aja, yang jumlahnya 7-10 orang. Selebihnya audience yang kadang gak ngerti apa yang kita bicarakan.

    So, tetap semangat. Kalo gagal dan ngebomb ya coba terus.

  2. Itu emot cipoknya buat siapa, Ro? Buat Nyonya? Muahahah.. 😀

    Yah.. Aku sebagai pelanggan resto *halah* emang sukak berekspresi datar sik kalok ada comic. Bukannya sombong atau gimana.. Soalnya kadang ngga ngerti dia ngomong apa. Aku kaaaan ngga pekaaaa.. 😦

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s