Rempah : Mahakarya Indonesia di Sekitar Kita

Rempah
Rempah

Waktu itu kelas 4 sekitar tahun 2002-2003 (tua banget saya), pas pelajaran ips guru saya menjelaskan tentang penjajahan di Indonesia. Saya tertarik karena bangsa portugis yang pertama kali datang ke Indonesia, tujuan mereka adalah mencari rempah-rempah. Dari eropa menuju Asia wuiih itu kan jauuh banget. Ya wajar jaman dulu gak ada jasa pengiriman barang, jadi mau gak mau harus COD-an buat dapetin barangnya :D. walaupun bangsa Eropa waktu itu memonopoli pasar, sehingga bangsa Indonesia banyak yang dirugikan. Mungkin bangsa kita waktu itu mau dimonopoli harga pasarnya karena tidak tahu apa sebenarnya kandungan rempah-rempah. Sama seperti waktu itu, pas baca saya bergumam “Naik kapal laut dari eropa bisa berbulan-bulan buat sampai ke Indonesia. Tapi Cuma cari cengkeh, jahe, pala dan sejenisnya”. Namun kebingungan saya terjawab pas pelajaran IPA dan membaca kandungan rempah-rempah yang tadi. ternyata kandungan rempah begitu kaya. Sehingga bangsa Eropa rela datang jauh-jauh untuk mendapatkan rempah kita.

Menurut buku yang waktu itu saya baca, selain menjadi bumbu masakan kandungan gizi dalam rempah itu beragam. Mulai dari protein,lemak, minyak, dan air. Tentu dengan porsi yang pas rempah-rempah bisa berguna bagi tubuh. Seperti Jahe untuk tenggorokan yang sakit. Biasanya ketika radang saya minum wedang jahe untuk melegakannya. Atau untuk para pria meningkatkan libidonya bisa menggunakan kapulaga yang dicampur minumannya. Setiap rempah memiliki aroma khasnya sehingga sayang kalau tidak dimanfaatkan.

Rempah tidak hanya bisa dinikmati sebagai obat. Sehingga kalau sakit saja kita bisa memanfaatkan rempa-rempah tersebut. Namun di kehidupan sehari-hari banyak kita temui rempah di makanan atau minuman kita. Daun pandan pada es dawet misalnya, bisa menambah kesegaran ketika dicampur dengan santan yang rasanya tawar. Sehingga ketika es dawet dengan pandan tersebut diminum bisa melegakan tenggorokan. Rempah seperti kayu manis bisa dicampurkan dalam kopi atau teh bisa menambah cita rasa karena aroma yang dihasilkan. Kayu manis bisa menjadi pengaduk atau digunakan sebagai sedotan untuk menikmati secangkir teh atau kopi.

teh yang dicampur rempah
teh yang dicampur rempah

Nah, Indonesia tidak hanya terkenal dengan hijaunya yang seperti zamrud tadi. kilauan rempah di negara ini juga tidak kalau dengan kemilaunya emas yang terpantulkan sinar matahari. Memang benar Indonesia dijuluki gemah ripa loh jinawi. Tapi dengan kekayaannya, Gemah Rempah Mahakarya Indonesia harus terus kita jaga. Sayang  banget kalau bukan kita yang manfaatkan rempah di Indonesia. Itu semua titipan Tuhan yang harus kita jaga, jangan sampai disalahgunakan atau bahkan merugikan kita. Masa penjajahan sudah lewat, jangan sampai kita mau dimonopoli harga dari rempah yang kita punya. Karena rempah Indonesia milik kita. Manfaatkan dan terus lestarikan  :). Karena Gemah Rempah Mahakarya Indonesia.

tulisan ini diikut sertakan dalam lomba “Gemah Rempah Mahakarya Indonesia” 🙂

sumber gambar : Rempah

Advertisements

14 thoughts on “Rempah : Mahakarya Indonesia di Sekitar Kita

  1. Kebayang dulu suburnya kayak apa yah, Siro.. Tapi kenapa lah sampek dijajah gitu. Kan ciyan Indonesia ku. Ihik. 😥

    Itu tehnya dicampur rempah apaan?

    1. Iyaa kita gk bisa ngelawan sih jadinya gak berdaya.. coba bisa ngelawan jadi indonesia bisa jadi negara yang keren

      Gak tau rempah apaan, kayaknya sejenis rerumputan, terus ada jahenya juga.. hihih gak ada di penjelasan menunya sih.. tapi masih lebih suka sinom :3

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s