[fiksi]Pertengakaran Aneh di Kosan

Malam ini aku agak pening, padahal ini hari minggu seharusnya waktunya  istirahat. Setelah enam hari terjebak dalam rutinitas yang membosankan. Mungkin sudah terbiasa dengan sibuknya segala aktivitas, jadi pikiran ini seakan terjebak. Seakan-akan kalau tubuh tergerak sendiri setelah bangun tidur untuk mandi dan segera bersiap untuk ke kantor, namun kemudian tersadar ini hari minggu adalah hari libur.

Seharian aku berada di dalam kosan, tidak ada yang bisa dikerjakan. Hanya scroll timeline sosial media. Kemudian berbaring dan melihat update dari status aplikasi messenger di smartphoneku. Tak terasa sudah sore aku berguling-guling di kasur kamar kosanku. Mungkin aku bisa sampai malam kalau saja tidak ada—

“gubrak”

“Praanggg”

“dasar perempuan jalang!!!  Gak tau diuntung, kurang apa sih aku sebagai suami!!!!”

“mass ampuun, sakit mas…!!”

Ya suara dari dalam ruang keluarga ibu dan pak kosku. Mereka bertengkar lagi, tak Cuma adu mulut. Mungkin tadi bunyi prang adalah suara barang yang dibanting oleh pak Kosku. Tampak luar mereka seperti baik-baik saja. Namun rumah tangga mereka sebenernya sudah hancur dari dalam. Entah apa masalah mereka. Aku tidak peduli.

Sudah hampir lima tahun menikah dan belum mempunyai momongan itu perkiraanku mengapa bapak kosku sering mengamuk ke istrinya.  Segala kekayaan memang mencukupi tapi tidak ada lengkap tanpa adanya ramainya suara bayi diantar mereka. Setiap sore mereka selalu ramai gaduh di dalam. Untung Senin sampai Sabtu aku pulang dari ke kantor selalu larut malam, ketika penghuni kosanku sudah terlelap, dan ketika pertengkaran antara suami istri itu berakh—

“mas jangan mas….”

“jangan aapa??!!! Hah!!!”

Brak bruk brak bruk.

Penasaran kusingkap gorden dari dalam untuk mengintip apa yang terjadi. Kupicingkan mata ke arah penjuru karena posisi dari kamar kosanku bersebrangan menyudut. Terlihat pecahan perabotan dan sang ibu kos duduk karena hanya terlihat kepala sampai bahu. Dia menutupi wajahnya sambil menangis sementara suaminya menunjuk dengan muka emosi.

Agak bosan sebenarnya melihat kejadian ini di akhir hariku. Hari dimana aku bisa beristirahat melepas lelahku tanpa harus mendengar suara pertengkaran rumah tangga. Kadang melihat mereka serasa aku tidak ingin menjalin hubungan rumah tangga yang hanya manis di awalnya. Serasa aku akan menjadi seperti pak Kosku yang tempramen dan tidak gampang puas dengan yang terjadi. serasa aku akan mempunyai istri yang divonis dokter sulit untuk mendapatkan keturunan.

Khayalanku buyar, ketika bapak kos tiba-tiba menjambak rambut istrinya dan menyeretnya. Sang ibu kos hanya pasrah, menjerit-jerit. Tubuhnya hanya ikut tarikan tangan suaminya berharap rasa sakitnya sedikit mereda.

“mau ditaruh mukaku kalau ada pertemuan dengan rekan-rekan kerjaku!!” Bentak pak kosku sambil melayangkan tamparan ke pipi istrinya yang sudah memerah dan basah dengan air mata.

“Aduuuh. Huhuhuhuhuhu”

Tidak ada yang bisa aku lakukan, begitu juga tetangga melihat pertengkaran mereka. Sudah kulaporkan ke Pak RT namun tidak ada tanggapan darinya dan membiarkan mereka. Malah pak RT bilang aku sinting, karena sejak pertama kali kosanku memang tidak dijaga oleh ibu atau pak kos. Ya memang sih aku membayar kosanku melalui transfer. Selain itu teman-teman tidak ada yang mau peduli dengan pertengkaran yang kusaksikan. Mereka juga menganggapku gila, karena tidak ada satu orangpun dari teman kosanku yang mendengar suara orang bertengkar di dalam.

Jadi aku bingung sendiri, oleh sebab itu aku sangat membenci hari minggu atau hari libur, karena hari tersebut adalah hari yang kuhabiskan di kosan dan kembali mendengar pertengkaran aneh dari dalam kosanku. Apalagi tetanggaku sering memandangku aneh saat aku akan masuk kedalam kosan. Seakan ada yang salah denganku ketika mereka melihatku masuk ke kosan melalui gerbang yang bertuliskan :

“RUMAH DIJUAL TANPA PERANTARA. HUBUNGI : 012930596070”

 

 END

hehe cerpen ini saya tulis saat saya menunggu teman saya selesai bekerja. Harap maklum kalau morat marit 😀

semoga suka ya 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

26 thoughts on “[fiksi]Pertengakaran Aneh di Kosan

  1. Ternyata cerpen -___- kirain beneran, kalo beneran kayak gini mah udah layak masuk komnas perlindungan perempuan. Udah masuh KDRT (Krisdayanti dan Raul Termos) #eh

  2. woohhh. keren nih twistnya. ternyata ujungnya serem. keren
    masukan sih, sehabis tanda petik ” “, selalu diawali dengan huruf kapital. “Kayak gini.”

  3. hey ini nulisnya kelihatan terburu-buru.
    ini semacam creepy pasta yang mendrama menurutku 😛 *sembunyi dibalik batu*
    jadi… ini genre horror ya? tapi kalo mas siro yang nulis lebih jadi komedi 😛 *sembunyi makin dalam*
    udah deh aq mau nyampah di tulisan lainnya lagi XD

    1. Iyaa kmu benar aku nulis dari jam 21:13 selesai 21:43, gara2 nungguin temenku selesai siaran hoho

      Hohoh aku nulis komedi sek belum berani looh hihi
      Makasih yaa atas wejangannya ya ila chan

      1. sense humormu kurang keren gimana coba mase. -_-
        aku aja yang kotak humorku terbatas fine-fine aja nulisnya. hehe (pede abis nih)
        masa sih mas siro ngga berani.

  4. A. Ejaannya beberapa ada yg typo: “bayi diantar mereka” maunya mungkin ngetik “bayi diantara mereka” kali ya, trus di beberapa kalimat ngetiknya juga ga konsisten, kadang ngetik “Pak RT” kadang ngetik “pak RT” (mungkin gegara keburu kali ya).

    B. Nah klo ini ambigu kalimatnya, “mau ditaruh mukaku kalau ada pertemuan dengan rekan-rekan kerjaku!!”, First, harusnya setelah tanda baca huruf gede, 2nd, itu kalimatnya (mungkin) mau bilang, “Mau ditaruh mana mukaku kalau…..”

    C. Err kayaknya udah cerewet banget dan sok ngerti ya? Hehehe maaf, nggak maksud gitu kok. Well, Ide ceritanya as always, anti-mainstream, horror tapi dikemas beda. You look damn cool in making twist. Ditunggu cerita lainnya ya kak. ^^

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s