Faktor yang Menyebabkan Kosan Tidak Layak Ditempati

Tahun ajaran baru di kalangan mahasiswa sudah di mulai, jadi ini musimnya para mahasiswa baru (maba) cari kosan. Banyak hal yang seru pas cari kosan, mulai dari yang langsung cocok, masih dipikir dulu tapi php ke yang punya kosan, dan ada yang gak betah tapi gak bisa pindah gara-gara gak mau rugi soalnya sudah bayar satu tahun uang sewa dulu. Kondisi kosan itu penting loh, bisa mempengaruhi terhadap kondisi seseorang, buktinya seseorang bisa berubah karena terpengaruh oleh teman kosannya, bisa baik atau buruk.

Nah disini saya mencoba menuliskan faktor yang menyebabkan kosan itu gak layak huni, siapa tahu bisa berguna buat kalian yang sedang mencari kosan. Tujuan saya hanya membantu kok,kan saya ingin bermanfaat buat semua hoohoho. oke, berikut faktor-faktor yang sudah dirangkum berdasarkan analisa, naluri,dan pengalaman saya. Resiko ditanggung penumpang kalau ada masalah dikemudian hari. Syukur-syukur tulisan saya bisa diikuti dan bisa membawa dampak baik dan kemaslahatan bagi bangsa ini (aseek). Yak, cukup basa-basinya. Ini hasil analisa saya (jeng jeng jeeeeng):

Pemilik kos yang cuma mementingkan uang sewa

Tipikal pemilik kos seperti ini memang menyebalkan. Mereka hanya peduli dengan uang kosan yang harus masuk dalam setiap bulan tepat waktu. Tidak mentolerir uang kos yang terlambat. Wajahnya tidak selalu garang, mungkin dengan wajah yang kalem tapi mematikan. Mungkin melihat anak kosan yang terlambat membayar kosan dia langsung menyiapkan samurai untuk mengancam . dengan pedang terhunus ibu-bapak kos di depan anak kosan yang telat bayar dia berkata

“serahkan uang kosan di hadapan saya, atau pedang ini yang akan berbicara”

Saran saya, mending pindah kosan aja deh, daripada tekanan batin. Biasanya, pemilik kosan yang hanya mementingkan uang sewa sering acuh dengan keadaan kosannya. Yang penting uang masuk, urusan kelar. Gak peduli dengan atap bocor, cat mengelupas, pintu gerbang yang dibawa pemulung(oke ini lebay ya). Ntar, kalau ada komplen dari penghuni karena kosannya sudah memprihatinkan gara-gara jarang diurus respon dari pemilik biasanya,

“kosan Cuma 200 ribu per bulan minta ini itu!!”

Saya jamin kalau perilaku pemilik kosan kayak gitu, yang bakalan ngekos hanyalah sekumpulan bakteri, makhluk ghaib, dan sejenisnya. Jangan harap ada penghuni yang mau mengeluarkan uangnya per bulan untuk tinggal dari kalangan manusia #Asseek. Untungnya ibu kos saya masih peduli dengan kosannya, walau kalau nagih kosan gak kenal waktu. Soalnya dia pernah nagih uang kosan jam 12 malam gara-gara ngeliat saya masih bangun -_-. Kalau urusan peduli atau nggak dengan keadaan kosan, kalau saya bilang peduli sih peduli. Ada fasilitas yang rusak ya diganti kok, tapi luamaaaa banget huft. (buat ibu/bapak kos saya baca ini peace yak :D, ya ini buat pembelajaran kok :D).

Kamar kosan itu sendiri

Deskripsi saya mengenai kamar seperti ini bukan dilihat dari kotor atau bersihnya. Soalnya hal ini tergantung bagaimana penghuninya. Tapi mungkin dari ukuran, lokasi dan keadaan sekitar kamar. Hayo siapa yang betah kalau kamar kosan kita ukurannya 2×1 kayak kuburan, terus lokasinya berada di tengah hutan, dan yang di sekitar itu penduduk dari suku kanibal. Gak akan ada yang betah,lagian siapa juga yang mau bikin kosan disana -_-?

Jadi menurut saya kosan yang layak huni sih gak usah muluk-muluk dari fasilitasnya. Ukuran yang cukup buat diisi kasur, perabotan rumah tangga sudah cukup. Gak perlu cari kamar kosan yang bisa dibuat wahana kayak roller coster, buat apa, coba? Selain itu, cari kosan yang bisa nangkep sinyal segala operator seluler,atapun modem. Jadi kalau mau nelpon gak perlu naik atap, atau repot-repot bawa laptop ke atas loteng buat facebookan, terus kabel chargernya kecantol di jemuran.  Dan juga cari kosan yang deket warung makan, slawayan, atau kalau perlu mall sekalian. Biar kalau ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari mudah dijangkau :3

Namun yang pasti, besar atau kecil kamar gak terpengaruh terhadap kenyamanan. Itu semua relatif tergantung bagaimana membuat kamar menjadi nyaman ditempati. Mungkin ada orang dengan kamar yang besar namun gak nyaman, soalnya dia tidurnya di atas atap. Atau ada orang dengan kamar yang kecil bisa tidur nyenyak karena dikelilingi dayang-dayang. selain itu, faktor kebersihan juga berpengaruh, jadi buat anak kos atau calon anak kos, kebersihan itu penting. Ingat kan, kalau kebersihan sebagian dari iman. :3

Faktor penghuni

Jarang ada kosan yang dirancang untuk tinggal sendiri. Rata-rata yang tinggal di sebuah kosan pasti akan berjumpa dengan penghuni kosan yang lain. Nah misalkan kalian adalah seorang mahasiswa kedokteran lalu memilih kosan yang sebagian besar penghuninya adalah seorang penyamun? Tentu kalian gak akan betah.

Kadang orang memilih kosan karena siapa yang tinggal disana, walaupun gak satu jurusan atau kampus, minimal sesama mahasiswa lah. Karena kalau tinggal dengan orang yang statusnya sama, itu seperti senasib sepenanggungan :D. jadi bisa ngerti lah kalau akhir bulan uangnya sudah menipis, teman sebelah kosan bisa dipalak buat memenuhi hasrat perut :p. Sekarang coba bayangkan kalau misal kita ngekos dengan segerombolan preman,perampok bisa-bisa kalau mereka lagi gak mood buat keluar cari mangsa, kamar kita yang jadi korban. Kan kasihan huft.

Nah kalau di kosan saya, rata-rata penghuninya satu daerah jadi enak langsung akrab. Gak perlu adaptasi lagi. Tapi misalnya cari kosan yang penghuninya beda daerah juga gak masalah sih, kan enak tuh bisa saling mengenal dan pergaualnnya luas, asal jangan bebas dan kebablas aja. kasihan orang tua di rumah, cari duit dan menyisihkan sebagian gajinya buat uang bulanan kalian (jadi inget bapak ibuk dah L )

Harga yang tidak bersahabat

Bisa dibilang ini faktor yang penting tapi gak penting-penting amat sih (maksudmu looh). Soalnya dalam mencari kosan, setelah semua keadaan kosan dilihat dan kita cocok, selanjutnya kan bicarain masalah harga. Kadang harga kosan yang mahal itu memang sesuai dengan kondisinya yang pantas dihargai segitu. Tapi pemilik kosan sering menyebalkan, sudah harga kosannya hampir sejuta (kira-kira 500 ribu lah) dengan fasilitas seadanya, masih minta uang listrik sama air L dan ada kosan yang menerapkan sistem bayar untuk tinggal selama 6 bulan, semacam kontrak gitu biar penghuninya gak lari, gak peduli betah atau nggak, yang penting untung dulu -_-. Itu adalah contoh pemilik kosan nggak ngerti dengan anak kosan yang mempunyai prinsip hemat. Kosan ideal menurut saya, yang harganya bersahabat dengan kantong mahasiswa, yang gak perlu bayar ini itu lagi. Malah kalau perlu, tiap pagi disediain sarapan buat anak kosannya. Dijamin kosannya bakal rame, tapi cepet tutupnya. Gara-gara yang punya tekor :D.

Hal lain, yang menyebalkan masalah uang kosan adalah sudah bayar tiap bulan, tapi kalau ada fasilitas kosan yang rusak, kalau mau benerin masih minta ongkos sama yang ngekos. Gatelisasi banget kalau ini. Seharusnya uang bulanan itu sudah termasuk kedalam ongkos perawatan dan pembetulan terhadap sesuatu yang tak terduga (alah bahasaku). Mending kalau mau ngekos, pas bayar kasih rincian mengenai uang sewa ini buat apa aja biar enak. Sekalian kasih garansi, misal gak betah selama 3 bulan, bisa pindah dan setengah uang sewa bisa kembali :D. ini mau ngekos atau beli motor ya? -_-.

Untung kosan saya cukup bersahabat, hampir 4 tahun ngekos, harganya Cuma naik 10.000 rupiah. Katanya buat iuran kebersihan. Yah walau nyatanya kamar saya masih berantakan dan penuh sarang laba-laba sih(salah saya sendiri sih kalau ini :p). Jangan ditiru yaa, kamar saya berantakan soalnya saya malas beresin, maklum jadwal padat, sibuk harus ngurusi ini itu(alibi) :3.

hehe demikian analisa saya ya, semoga bermanfaat, berhubung sekarang lebaran

saya mohon maaf lahir dan batin ya, semoga amal ibadah kita semua diterima dan tahun depan kebagian Ramadhan lagi Aamiin

 

Advertisements

9 thoughts on “Faktor yang Menyebabkan Kosan Tidak Layak Ditempati

  1. ebuset dah… lo ud macam pakar kost2an ye…
    super sekali analisanyaa 😀
    tapi emng bener sih apa y dbahs… bnr bngt malah! soalnya gw juga ngalamin (=.=)
    zamn dahulu kala asik beuut lah ibu kostan gw… ramah…telat bayar kostan d maklumin…suka ngasih jajan…suka ngasih makanan…
    ga tau knapa skrng jd cerewet abis dan ujung2nya bikin peraturan baru y nyekek dompet…
    ex : bayar kostan paling lambat tanggal 5.. keterlambatan membayar dikenakan denda 5rb / hari
    (=.=) pediihh bngtttt kann… trus ud jarang ngasih makanan…hufth.. #garuk tembok
    mau pindah juga tanggung… tinggal bntar lagi #lah *malahcurcol

    1. hahah mungkin kamu angkatan tua, jadi banyak anak baru yang ngekos disitu juga. terus kasih sayang ibu kos langsung tercurahkan ke anak lain, kamu dilupain akhirnya. udah kayak sinetron FTV belum? 😀

      1. 😥 kalimatnya nusuk bngt…angkatan tua *kibas
        nggak juga sih… malah y anak baru sering kena semprot… enaknya jd angkatan tua kadang suka dpt diskon kl harga kamar dinaikin..

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s