Secuil dari Memori

CF1F18B9DC858D4EA412F3BB8F1B0
ilustrasinyaa hihi

Saat itu mungkin aku akan menginjak kelas satu SD, ketika aku mulai berimajinasi tentang sebuah benda kotak mirip nitendo dengan layar seperti HP jaman sekarang, dengan fasilitas touchscreen. Sebuah alat yang kuimajinasikan yang bisa merekam ingatan dan masuk dan merasakan kembali apa yang kualami. Awal mula aku menghayalkan alat ini karena aku kehilangan sebuah pensil dan lupa menaruhnya dimana. Kenapa berbentuk Nitendo? Karena aku merasa takjub dengan alat ini waktu bermain dengan tetanggaku yang memamerkannya. Aku hanya boleh melihat dia bermain, tidak boleh memainkan, bahkan hanya sekedar memegang stiknya sekalipun. Permainan pertama yang kunikmati adalah game kura-kura ninja dengan leonardo sebagai tokoh utamanya.

Mungkin juga ini yang mengawali aku menyukai teknologi dan video game. selang beberapa waktu, tetanggaku kembali mengenalkanku dengan alat yang lebih canggih, bernama komputer. Sekali lagi aku hanya boleh melihat. Mungkin aku kelas 2 atau 3 SD. Kembali lagi aku merasa takjub, alat bernama komputer ini lebih beragam kemampuannya. Aku kagum karena komputer itu bisa memutar musik, video bahkan video game. Kalau tidak salah game komputer yang kulihat(ya aku tetap tidak boleh memainkannya walau hanya menyentuh keyboardnya) adalah game demonstar, petualangan pesawat luar angkasa yang tembak-tembakan dengan musuh.

Waktu terus berlalu, aku naik ke kelas 4, dan mulai mengikuti les komputer. Walau aku tidak tahu apa ilmu yang aku dapatkan. Yang kupelajari hanyalah membuka aplikasi notepad, paint. Aku dimarahi ketika mengutak-atik aplikasi yang lain. Karena aku ketahuan membuka game catur ketika mencoba mempelajari komputer lebih jauh. Belum waktunya, kata mbak-mbak di tempat aku kursus komputer. Setiap Selasa sampai kamis aku belajar di tempat les tersebut, dengan merengek meminta uang 2500 sebagai biaya belajar setiap kali pertemuan. uang segitu waktu itu sangatlah besar untuk ukuranku, alhasil setiap Rabu aku harus libur agar tidak banyak pengeluaran kata bapakku. Selain itu di tempat kursus tersebut aku membeli disket yang bahkan aku tidak tahu dan tidak pernah aku gunakan. Hanya ingin punya, itu saja.

Aku mengalami kemajuan belajar tentang komputer ketika kelas 7. Naik ke kelas 8 aku mulai berkenalan dengan apa itu internet. Namun hanya sebatas membuka situs google,mengarahkan kursor ke google image. Mengetikkan sesuatu dan keluar gambarnya, senangnya sudah minta ampun. Antara Kelas 8-9 aku sudah mulai tahu bagaimana caranya men-save gambar yang aku dapatkan di internet.

Waktu itu aku sedang menggemari serial anime one piece. Sebuah kisah tentang bajak laut. Setiap kali berselancar aku selalu mencari gambar tokoh-tokoh yang ada di anime tersebut, mulai dari berbagai pose dan mengoleksi poster buronan mereka. semua kusimpan di harddisk komputer SMPku, yang mungkin saja sudah terhapus. Memang tidak ada yang berarti ketika aku belajar berinternet ketika aku masih SMP, mungkin aku dianggap awam bila dibandingakan dengan anak jaman sekarang, tapi walaupun begitu aku tetap senang.

Masuk SMA tentu saja teknologi semakin berkembang, dan aku ikut serta di dalamnya. Kelas 10 pergelutan di dunia maya mengalami kemajuan. Situs yang kutahu tidak hanya google, banyak situs yang kujelajahi. Bahkan aku juga mulai berkenalan dengan situs porno hehehe. Aku juga mulai berkenalan dengan program HTML yang sempat aku kira sebuah sulap. Karena dari beribu tulisan bisa berubah menjadi gambar dan tampilan yang keren.

Selama bergelut di dunia maya, mungkin aku terbilang lambat pada awalnya. Aku mulai punya alamat email ketika pertengahan semester kelas 11. Abrahamsirajuddin@yahoo.co.id adalah alamat email pertamaku, namun aku lupa apa kata sandinya. Friendster kubuat setelahnya. Hanya beberapa teman seadanya yang kupunya, asal pencet tombol “add as friend” di sebelah kanan kiri halaman friendsterku. Dan salah satu temanku bilang cobalah bermain MIRC untuk mendapatkan teman lebih banyak. Dengan username ju_din kumulai berinteraksi dengan orang-orang di dunia maya. ada seorang gadis(perkiraanku, karena aku baca usernamenya) yang selalu berinteraksi denganku, username D3wi_cinta kalau tidak salah. Obrolan panjang kami lalui dan sampai sekarang belum pernah berjumpa dengannya.

Masuk semester 2 di kelas 11 aku baru mempunyai HP, telat ya? Hehe memang begitu adanya. Nomor pertama setelah keluarga dan teman terdekatku yang kusimpan adalah nomer milik seorang gadis yang kuajak berinteraksi di MIRC. Namanya Winda, dengan username Cew_Scorpio, yang sampai saat ini masih berinteraksi namun sama dengan nasib si D3wi_cinta, tetap tidak pernah bertemu.

Setelah masa kejayaan MIRC dan Friendter, muncullah facebook yang menggeser keduanya. Namun tidak ada kemajuan berarti ketika awal aku bermain Facebook. Kurasa  Jejaring sosial ini hanya menjangkau orang-orang di sekitarku. Karena Facebook terlihat menampilkan saran pertemanan dengan mengecek biodata diriku, seperti alamat atau sekolah. Ya sistemnya bekerja seperti itu mungkin ya. Tak seperti MIRC atau facebook, yang bisa mengajakku berinteraksi dengan orang jauh dengan mudah. Kalau di facebook sepertinya susah.

Sepertinya aku menyadari, di awal aku menuliskan tentang imajinasiku yang menciptakan alat yang bisa merekam ingatan dan menampilkannya kembali dengan perasaan ketika aku mengalaminya,namun sampai baris tulisan ini dibuat, aku malah meracau tentang kenanganku mulai belajar mengenai komputer dan mulai berinteraksi dengan orang di dunia maya. heii tapi itu saling berkaitan ya? Aku memang ingin sekali menciptakan alat yang bisa merekam dan menampilkan kenangan kembali kenangan yang sudah terjadi.

Ya tidak hanya dalam berbentuk tulisan seperti ini yang hanya akan tergambar dalam bentuk imajinasi dan angan-angan. Memang sekarang sudah ada perekam suara dan gambar,walaupun dengan tampilan 4 dimensi namun tidak akan bisa membuat perasaan sama dengan apa yang dialami ketika sebuah kenangan(apapun itu) terjadi, emosi tidak akan terasa. Alat yang kuimajinasikan mungkin terlihat seperti panci yang disebut pensieve di film Harry Potter yang bisa membawa kita ke memori seseorang. Tapi apapun itu, semoga alat ini ada, dan bisa kunikmati  kembali ingatan dan kenangan secara utuh lengkap dengan emosi dan perasaan ketika mengalaminya.

END

Maaf minggu kemarin gak posting huhuhu.

Yang aku tulis ini hanya sebuah ganjelan sih, tentang imajinasiku. Semacam curhat absurd gitu lah. Selain itu juga buat merayakan setahun aku menulis di WordPress ini :D. Soalnya alat yang aku imajinasikan belum ada, jadi aku tuangkan sedikit dari ingatan melalui tulisan, biar gak lupa. Dan orang lain juga bisa baca apa yang kurasakan. Jadi aku hanya ingin berbagi kok 😀

sumber gambar disini

Advertisements

12 thoughts on “Secuil dari Memori

  1. Kalau aku lebih telat lagi bang. Kenal komputer kelas 1 SMP. Kenal internet kelas 3 SMP. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku menjadi paling jago komputer seangkatan :mrgreen:

  2. selamat ulang tahun, blog nyaaaaaa
    waktu SD ada komputer tp gak tertarik. lebih suka maen sama matahari, air, sapi dan rumput.
    pas SMA sempet belajar kode2 HTML gitu tp kemudian ambyar semua begitu lulus.
    ah apaan lah aku ini

    1. Hihihi iyaa kakak telimikiciw yaaa
      Waah di perantauan yaa lebih sibuk bermain dengan alam. Sama sih juga begitu
      Temenku main “alat” tiap akhir pekan kok :3
      Hihi gk dipelajari lagi jadi lupa deh

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s