Kalau Ilmuwan Ini Hidup di Indonesia

Dulu saya pengen banget jadi ilmuwan, soalnya bisa bermanfaat. Selain itu karena saya iri denga banyaknya ilmuwan yang bukan berasal dari Indonesia. Kebanyakan dari eropa, amerika dan timur tengah. Mungkin sudah takdir ya mereka dilahirkan disana. Gak kebayang kalau mereka lahir dan besar di Indonesia. Hukum dan Rumus yang ada saat ini akan berubah atau bahkan tidak pernah ada. Nih saya menuliskan bagaimana kalau Ilmuwan berikut ini lahir dan hidup di Indonesia……

Isaac Newton

rambutnya gondrong, gak ngalamin razia pas sekolah mungkin ya :D
rambutnya gondrong, gak ngalamin razia pas sekolah mungkin ya 😀

Mungkin kalian sudah tahu bagaimana Isaac Newton menemukan hukum gravitasinya. Berawal dari duduk di bawah pohon apel, kemudian buahnya jatuh mengenai kepalanya. Lantas karena peristiwa tersebut dia berpikir kenapa benda-benda selalu jatuh kebawah. Apa yang menyebabkan hal itu? saya rasa dia beruntung karena tinggal di Inggris pada saat mengalami kejadian kejatuhan buah apel. Coba bayangkan dia tinggal di Indonesia, dan duduk di bawah pohon durian. Setelah kejatuhan buah durian Isaac Newton tidak akan bepikir kenapa benda jatuh kebawah, dan semua mengenai ilmu gravitasi. Dia akan sibuk mengurusi kepalanya yang kemungkinan berdarah. Atau bahkan mungkin berharap hukum gravitasi tidak pernah ada :D.

Selain itu, seandainya Isaac Newton tidak perlu kejatuhan buah durian sehingga dia sampai berdarah-darah, tapi kejatuhan buah mangga. Ilmuwan itu juga tidak akan berpikir tentang gravitasi, tapi dia akan berpikir

“hmm ada buah mangga 1, jika saya reaksikan dengan 3 kilo cabe keriting,1 sendok terasi, dan setengah sendok teh garam apa yang terjadi ya?”

Maka terciptalah hukum reaksi mules-mules karena karena rujaknya terlalu pedes.

Sekalipun, Isaac Newton tinggal di kota apel seperti malang, dia tetap tidak akan menemukan hukum gravitasi, saat kejatuhan apel. Karena pada tahun yang sama, di Indonesia masih jaman kerajaan, atau bahkan sudah jaman penjajahan. Jadi apel yang jatuh mengenai kepalanya harus diserahkan kepada penguasa sebagai upeti kepada kompeni :p.

 

Archimedes

hmm terlalu banyak mikir mungkin ya sampek gitu kepalanya -_-
hmm terlalu banyak mikir mungkin ya sampek gitu kepalanya -_-

Berawal dari Raja yang menyuruh Archimedes untuk mengetahui kandungan emas dari sebuah mahkota dan menemukan “Hukum Archimedes” ketika berendam di bak mandi. Ya, ketika dia berendam dia menyadari bahwa “suatu benda apabila dicelupkan kedalam suatu zat cair, maka benda tersebut akan mendapat gaya keatas (F apung) sebesar berat zat cair yang dipindahkan.”

Saya rasa karena dia tinggal di Yunani pada saat menemukan rumusnya. Ketika dia letih dan hendak beristirahat, dia memilih berendam di bak mandi. Coba bayangkan kalau dia tinggal di Indonesia, dan pada jaman itu jarang sekali rumah memiliki bak mandi. Orang mandi masih pakai gayung, atau nimba dulu buat dapat air, bahkan kalau tidak memiliki kamar mandi di rumahnya memilih untuk mandi di sungai. Ketika Archimedes beristirahat dengan memilih mandi, tapi dia harus nimba dulu. Malah tambah capek kan? Malah yang ditemukan bukan rumus tekanan lagi, tapi rumus katrol :D. Dan seandainya dia memilih untuk berendam di sungai sekalipun, rumus Archimedes juga tidak akan ditemukan. Takutnya Archimedes tidak bisa berenang dan akhirnya hanyut bersama ampas yang berwarna kuning.

Oh iya, ketika Archimedes menemukan rumusnya itu sebelum tahun masehi. Jauh dari kerajaan kutai berdiri, mungkin juga dia tidak akan disuruh meneliti mahkota raja. Tapi masih sibuk berburu, bermain dengan orang hutan. Tempat tinggalnya masih nomaden, Berpindah-pindah rumah, atau bahkan berpindah kelain hati #Eaaaaa :p.

Benjamin Franklin

ciee fotonya gak liat kamera ciee
ciee fotonya gak liat kamera ciee

Pada tahun 1750, Benjamin Franklin ingin membuktikan bahwa petir adalah listrik yang menjadi cikal bakal penangkal petir temuannya. Dengan menggunakan media layang-layang dan sebuah kunci logam dia berhasil membuktikannya walau dengan sedikit terluka, kesetrum mungkin, ya sudah resiko keless… mainan listrik pasti kesetrum. Ya untung dia tinggal di Amerika saat meneliti penemuannya. Coba dia tinggal di Indonesia, Franklin tidak akan menemukan penangkal petir, soalnya ketika hujan dia tidak akan diperbolehkan main layang-layang, nanti masuk angin. Orang pintar.. minum tolak angin(duh apasih yaa).

Lagian ya, kalau di Indonesia orang main layangan itu buat diadu, dan cocoknya main pada saat musim kemarau. Biasanya kalau main layangan dan cuacanya mendung, ya bakalan pake pawang hujan biar gak turun hujan, dan Benjamin Franklin tidak akan menemukan konsep penangkal petir. Gara-gara di-php-in sama mendung yang gak hujan-hujan :(. Kasihan nasibnya, untung hidup di Amerika, yang tidak peduli sama pawang hujan dan tidak ada aduan layangan.

Berkat penemuannya juga gambar Benjamin Franklin diabadikan dalam pecahan tertinggi dalam dollar. Kalau dia tinggal di Indonesia, harus perang dulu mungkin ya biar gambarnya dicetak di lembaran uang rupiah. Tapi di Indonesia Benjamin itu nama pelawak, walau terkenal namanya Cuma diabadikan dalam bentuk gambar di kaos sepertinya. Gak ada kan gambar Benyamin di uang rupiah, atau nama jalan saja juga tidak ada. Padahal jasanya menghibur rakyat indonesia cukup banyak. Tapi malah dilupain malah di YKS di hina L. Eh kok malah bahas Benjamin yang ini yaa -_-! tapi dikenang juga deh di Blog ini. nih gambarnya :3.

keren nih pelawak :D
keren nih pelawak 😀

Ya cukup tiga aja ya ilmuwan yang saya bahas takut tambah ngelantur. Malah pembahasnnya ngaco :D. Namanya juga analisa asal-asalan. :p. Tapi jaman sudah berubah, gak ada alasan kalau Indonesia tidak bisa melahirkan Ilmuwan. Dengan sumber daya yang dimiliki di negara kita, banyak sekali bahan yang bisa dijadikan penelitian dan bahkan bisa menjadi penemuan baru. Hidup Indonesia 😀

Semua sumber saya dapat dari wikipedia dan gogle, tentang sejarah penemuannya dan gambar penunjang. Selain itu dari Otak yang dianugerahkan Allah kepada saya buat berpikir. Semoga bermanfaat :*

 mungkin ada yang bisa nambahin monggo :3

Advertisements

19 thoughts on “Kalau Ilmuwan Ini Hidup di Indonesia

  1. Ngaco parah hahahaha. Ketawa sendiri ini.
    Indonesia emang gamungkin diragukan bakal ngelahirin ilmuwan, tetapi ilmuwan dari Indonesia lebih diakui di luar negeri daripada di dalam negeri; B.J. Habibie.

  2. hahaha gajadi ngantuk aku bacanya , archimedes mandi di sungai bedadung pleng itu pake ban . wkwk 😀
    ketawa2 sndri yoo (y)

  3. Setelah melakukan stalking di blog kecemu ini dan menemukan fotomu kak, sepertinya wajah kamu familiar. Dan setelah ditelaah *halah* kamu yang di SBDT Jember pake batik ijo. I captured you. Haha.

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s