Kesenjangan yang memilukan

Image

Waktu adalah uang, begitu kata orang-orang. Banyak orang menghabiskan waktu hanya demi uang. Daripada menghabiskan waktu demi uang, mending menghabiskan waktu bersamaku meniti masa depan #EAAAAK.

Oke bicara mengenai uang, akan membentuk perbedaan. Pasti akan ada si kaya dan si miskin. Kesenjangan ini akan membuat dan membentuk perilaku seseorang, misalkan anak orang kaya ketika menginginkan sesuatu dia akan melakukan seperti percakapan ini.

*krrriiingggg* “iya halo, apa nak?”

Sang anak akan menjawab dengan manja sambil merengek diatas jemuran “papaaa mintaaa uaaanggg, mau beli hp baru, hpku kebeler”

“oh okee nak, mau yang harga berapa”

Iya kan? Coba bandingkan dengan orang miskin,mereka tidak akan melakukan hal tersebut, mana mungkin enak-enak kita jalan tau-tau ada bunyi telepon dan terjadi percakapan.

*kriiinggggg* “iya halo siapa ini?”

Penelpon pun menjawab dengan adegan sedih seperti akting artis sinetron amatir “paaaaakkkk mintaaaa paaakk,, butuh uang paaaaak buat beli hp, hpku kebeler kena seng di tempat sampah”

Sangar kan ada pengemis minta-minta via mobile? Mereka juga ingin modernisasi kan, nanti akan ada pengemis via online, jadi ngemisnya lewat twitter atau chat facebook.

Tapi jika dilihat, kenapa masih banyak kesenjangan dan kemiskinan? Apakah bantuan dari pemerinta tidak sampai? Apakah karena bantuan yang seharusnya menjadi hak mereka dinikmati sendiri oleh pejabat?

Image
gedung mewah bersanding dengan rumah dengan bahan yang seadanya

Kadang heran melihat pejabat yang korup dan dihukum, mereka masih berani menyuap hakim, dengan nasi soto misalnya *cie cie suap suapan cieee*. Apa mereka gak percaya hukuman Tuhan? Oke di dunia bisa mereka menyuap hakim. Tapi di akhirat, ketika mereka divonis masuk neraka apa bisa mereka menyuap malaikat.?

Misalnya

Tuhan memvonis gabus tambunan “karena kamu korupsi kamu masuk neraka selama 1000 tahun, pasukan malaikat bawa dia.”

Sesampainya di pintu neraka gabus pun berkata pada malaikat “kat kat malaikat, nih uang 100 triliyun, masukkin aku ke surga laaah” rengek gabus sambil mendayu dayu.

Malaikat geram “enaak ajaaaa, maaaf disini uang dunia gak laku beroo, ngomong-ngomong uangmu rupiah ya? Dih!!!”

“iya kat uangku pake rupiah” Gabus yang merana tak tahan dengan kobaran api neraka di dekatnya karena ingin bakar sate pake api neraka.

Lalu malaikat menjawab “ hmm coba pake dollar mungkin bisa dipertimbangkan kamu lolos hukuman.”

Hehehe maaf bercanda, gak mungkinlah malaikat mata duitan kan, kalau saya mungkin iya :p.

Hmm seandainya saja kesenjangan itu bisa merata si miskin sejajar dengan si kaya. Tidak mungkin kita menjumpai pengamen, tukang amal dan asongan di terminal atau stasiun, mereka akan pindah. Pindah kemana? Mereka akan pindah ke…..

BANDARA!!!!

Iyalah dibandara kan kalau ngasih gak mungkin 1000,2000 minimal seratus ribu lah. Kan enak tu ada tukang amal kalau mau cari amal di bandara, nanti sebelum pesawat berangkat dia akan naik dan berkata

“Assalamualaikuuuuuum, Assalamualaikuuumm,kepada bapak pilot, pramugari,dan para penumpang… kami dari yayasan Nurul Iman Corporate, ingin meminta sumbangan. Semoga Tuhan melindungi kalian di penerbangan ini”

Wuiih keren coy, kotak amalnya nanti dicantumin nomer rekening juga dan mungkin juga bukan bantuan sumbangan buat bangun pesantren lagi, tapi apartemen,losmen sama penampungan pengamen :D.

Advertisements

4 thoughts on “Kesenjangan yang memilukan

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s