Kosanku Negaraku

Jalan Batu Raden VI No. 56.

3×4 meter kira – kira kalau dihitung menggunakan meteran Standar Internasional (SI) milik pak tukang bangunan kamar kosan yang kurang lebih 3 tahun yang saya tempati dan mejalin kehidupan baru selama menempuh jalan untuk menuntut ilmu. (dih bahasaku, anak TI ae sok sok’an sastra).

Jadi anak kos, wah serasa kayak presiden, bebas ngatur susunan tatanan wilayah negara pribadi yang bahkan gak punya kabupaten ataupun kecamatan. Tapi sayang, kita masih harus patuh pada “PBB”-nya kos-kosan, siapa lagi kalau bukan Ibu Kos. Kalau diplomasi berjalan lancar, enak!!! Bisa melintasi batas negara dan teritorial kos-kosan tanpa batas waktu yang ditentukan(baca keluyuran sampek malem). Selain itu dari diplomasi yang fleksibel bisa masukkin imigran gelap atau terang tanpa harus ngurusi visa atau passport. Ini dambaan para kaum Adam buat masukkin imigran wanita. Bisa jadi duta dari kosan lain atau Cuma jadi TKW sementara yang ditugasin buat bersihin kosannya yang berantakan. Kasihan banget mereka gak bisa ngasih devisa buat kosannya, kalah jauh sama TKI yang ada di malaysia.

Namun, jika hubungan diplomasi antara penghuni kosan dengan pihak pemilik berjalan alot, ini susahnya. Akan terjadi kudeta sodara sodara. Melintasi teritorial kosan tetangga berjadwal, diatas jam 9 malam pintu gerbang sudah dikunci. Untung gak ada FBI,anjing penjaga,dan pintu yang ada listriknya. Atau yang lebih seru lagi pak kosannya suka liat indosiar jadi di gerbang dikasih naga yang apinya bisa buat ganttin blue gas.

Dampak buruk lain seperti kunjungan dari imigran kosan lain pasti berjalan alot. Kadang di beberapa kosan para imigran  tersebut tidak bisa masuk kedalam wilayah sakral alias kamar kosannya. Jadwal berkunjung pun dibatasi kayak rumah sakit, padahal di kosan gak ada UGD atau kamar mayat huft . Cuma ada bunyi ambulan dalam bentuk ringtone

Untungnya diplomasi negara kosanku dengan PBB di kosanku berjalan lancar. Tapi saya tahu diri kok. Kalau ada imigran atau turis asing berkunjung ke tempatku, walaupun dibebasin jamnya para turis saya usir secara halus kalau sudah waktunya saya tidur kalau gak mempan ya saya usir paksa.

Cuma sayang, ibu kosku kalau menuntut upeti bulanan (uang kosan) sering ngawur, masak jam 10 malam pas aku sedang berusaha terlelap di dinginnya malam, dengan sedikit pintu yang terbuka, dia, bu kosku menghampiri dan bilang

“Siro, mana? uang kosannya kapan??”.

“hmm aaa hmm aa” dengan mata sedikit sayu, “ ahh untung cuma mimpi atap pada bochor bochor sampek tumpeh – tumpeh.”

Yaa itu tadi ilustrasi bagaimana ngawurnya ibu kosku dalam menjalankan tugasnya.

Tapi kosanku terdapat beberapa masalah yang seharusnya saya bisa atasi, yaitu urusan penataan. Seperti yang saya utarakan sebelumnya kalau kita bebas mengatur seperti apa kosan yang akan ditinggali. dan saya gak bisa melakukan penataan kota seperti negara – negara maju di luar sana.

ini kamar yang saya impikan

Image

namun kenyataan yang terjadi -_-

Image

Image

kosan yang kita tinggali mau gimana rupa dan bentuknya yaa tergantung kita sendiri, entah tata ruang, hubungan diplomasi dengan keadaan sekitar :3

Advertisements

12 thoughts on “Kosanku Negaraku

  1. ALAMAAKKKK KACANYAAA PINK 😳
    saluut bngt sama Ibu kostnya… nagih kapan aja d mana aja..
    Ibu kost ku jarang nagih langsung tapii (=.=) bikin pengumuman y isinya ” bayar kost lewat dari tanggal 5 kena denda 10.000/ hari *sesak napas

      1. ||\(.__.) auk nih kostan… tapiii berhubung saya angkatan tua d kostan (?) + tepat waktu membayar…. jadi kl kadang kepaksa bngt telat nggak di denda sama ibu kostnya… padahal temn kostan kamar sebelah telat sehari d denda..

Makasih konentar kalian ya, semoga kalian ikhlas nulis komennya. hohoho :3

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s